rss

Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 03 Juli 2010

Sejarah Tugu Monas (Monumen Nasional) Jakarta

Monas atau Monumen Nasional merupakan icon kota Jakarta. Terletak di pusat kota Jakarta, menjadi tempat wisata dan pusat pendidikan yang menarik bagi warga Jakarta dan sekitarnya. Monas didirikan pada tahun 1959 dan diresmikan dua tahun kemudian pada tahun 1961.

Monas mulai dibangun pada bulan Agustus 1959. Keseluruhan bangunan Monas dirancang oleh para arsitek Indonesia yaitu Soedarsono, Frederich Silaban dan Ir. Rooseno. Pada tanggal 17 Agustus 1961, Monas diresmikan oleh Presiden Soekarno. Dan mulai dibuka untuk umum sejak tanggal 12 Juli 1975.

Sedangkan wilayah taman hutan kota di sekitar Monas dahulu dikenal dengan nama Lapangan Gambir. Kemudian sempat berubah nama beberapa kali menjadi Lapangan Ikada, Lapangan Merdeka, Lapangan Monas dan kemudian menjadi Taman Monas.


1. Ukuran dan Isi Monas
Monas dibangun setinggi 132 meter dan berbentuk lingga yoni. Seluruh bangunan ini dilapisi oleh marmer.

www.qminutes.blogspot.com


2. Lidah Api
Di bagian puncak terdapat cawan yang di atasnya terdapat lidah api dari perunggu yang tingginya 17 meter dan diameter 6 meter dengan berat 14,5 ton. Lidah api ini dilapisi emas seberat 45 kg. Lidah api Monas terdiri atas 77 bagian yang disatukan.

3. Pelataran Puncak
Pelataran puncak luasnya 11x11 m. Untuk mencapai pelataran puncak, pengunjung bisa menggunakan lift dengan lama perjalanan sekitar 3 menit. Di sekeliling lift terdapat tangga darurat. Dari pelataran puncak Monas, pengunjung bisa melihat gedung-gedung pencakar langit di kota Jakarta. Bahkan jika udara cerah, pengunjung dapat melihat Gunung Salak di Jawa Barat maupun Laut Jawa dengan Kepulauan Seribu.

4. Pelataran Bawah
Pelataran bawah luasnya 45x45 m. Tinggi dari dasar Monas ke pelataran bawah yaitu 17 meter. Di bagian ini pengunjung dapat melihat Taman Monas yang merupakan hutan kota yang indah.


5. Museum Sejarah Perjuangan Nasional
Di bagian bawah Monas terdapat sebuah ruangan yang luas yaitu Museum Nasional. Tingginya yaitu 8 meter. Museum ini menampilkan sejarah perjuangan Bangsa Indonesia. Luas dari museum ini adalah 80x80 m. Pada keempat sisi museum terdapat 12 diorama (jendela peragaan) yang menampilkan sejarah Indonesia dari jaman kerajaan-kerajaan nenek moyang Bangsa Indonesia hingga G30S PKI.

Taman Monas

www.qminutes.blogspot.com
Di taman ini Anda dapat bermain bersama kawanan rusa yang sengaja didatangkan dari Istana Bogor untuk meramaikan taman ini. Selain itu Anda juga dapat berolahraga di taman ini bersama teman maupun keluarga.

Taman Monas juga dilengkapi dengan kolam air mancur menari. Pertunjukan air mancur menari ini sangat menarik untuk ditonton pada malam hari. Air mancur akan bergerak dengan liukan yang indah sesuai alunan lagu yang dimainkan. Selain itu ada juga pertunjukkan laser berwarna-warni pada air mancur ini.

Bagi Anda yang ingin menjaga kesehatan, selain berolahraga di Taman Monas, Anda pun dapat melakukan pijat refleksi secara gratis. Di taman ini disediakan batu-batuan yang cukup tajam untuk Anda pijak sambil dipijat refleksi. Di taman ini juga disediakan beberapa lapangan futsal dan basket yang bisa digunakan siapapun.

Jika Anda lelah berjalan kaki di taman seluas 80 hektar ini, Anda dapat menggunakan kereta wisata. Taman ini bebas dikunjungi siapa saja dan terbuka secara gratis untuk umum.



Wisata Monas
Untuk mengunjungi Monas, ada banyak jenis transportasi yang dapat Anda gunakan. Jika Anda pengguna kereta api, Anda dapat menggunakan KRL Jabodetabek jenis express yang berhenti di Stasiun Gambir. Anda pun dapat menggunakan fasilitas transportasi Bus Trans Jakarta. Jika Anda menggunakan kendaraan pribadi, tersedia lapangan parkir khusus IRTI, atau Anda dapat memarkir kendaraan Anda di Stasiun Gambir.

Untuk dapat masuk ke bangunan Monas, Anda dapat melalui pintu masuk di sekitar patung Pangeran Diponegoro. Lalu Anda akan melalui lorong bawah tanah untuk masuk ke Monas. Anda pun dapat melalui pintu masuk di pelataran Monas bagian utara. Jam buka Monas adalah jam 9.00 pagi hingga jam 16.00 sore.

Monas dapat menjadi salah satu pilihan Anda untuk berwisata bersama keluarga dan tempat mendidik anak-anak untuk lebih mengenal sejarah Indonesia. Anda pun dapat menikmati udara segar dari rindangnya pepohonan di Monas. Dan jangan lupa untuk menjaga kebersihan Taman Monas agar tetap indah untuk dinikmati siapapun.



© Qminutes

Read more

Kamis, 01 Juli 2010

Kisah 9 Huruf Raksasa "HOLLYWOOD"

Quote:
Bismillah...
lansung aja gan, kalau mendengar kata Hollywood, apa yang terlintas petama kali dalam benak Agan? Selain mengklaim dirinya sebagai ibukota perfilman dunia, bisa jadi yang pertama terpikir adalah gambaran sembilan huruf raksasa yang berdiri dengan megah di Hollywood Hills, yang dikenal sebagai the Hollywood sign. Meskipun sangat terkenal, rasanya tidak banyak yang mengetahui sejarah 9 huruf raksasa ini. Berikut ini adalah kisah the Hollywood Sign, yang mungkin satu-satunya saksi dan bukti sejarah industri film terbesar dan terarogan di dunia.
Quote:


Quote:
Huruf-huruf the Hollywood Sign terletak di Mount Lee, Griffith Park. Menjulang dengan tinggi sekitar 45 kaki, dengan lebar 30 kaki tiap hurufnya. Dibangun pada tahun 1923 dengan menghabiskan biaya $21.000, the Hollywood sign menggunakan lempengan-lempengan metal sebesar 3x9 kaki. Dengan interval 8 inci, 4000 lampu 20 watt menghiasi sisi-sisi huruf-huruf raksasa ini.

Seiring berpindahnya studio-studio film Amerika dari Santa Barbara menuju Los Angeles di awal abad ke-20, the Hollywood sign dibuat sebagai iklan real estate baru di wilayah Beachwood Canyon. Pada awalnya yang dibuat adalah huruf-huruf membentuk kata "HOLLYWOODLAND". Jatuhnya stok market yang menyebabkan merosotnya perekonomian, maka pada tahun 1939 perawatan terhadap sign ini dihentikan, seiring dilepasnya kepemilikan properti 445 hektar Griffith Park dari pengusaha real estate HollwoodLand, H. Sherman Company. Disertai bola lampu yang dinyalakan tiap hari kerap kali putus atau dicuri orang, Sign ini tak terjamah dan dibiarkan rusak karena cuaca hingga tahun 1949. Hollywood Chamber of Commerce kemudian memperbaikinya dan menghilangkan 4 huruf terakhir, yang menghabiskan biaya sekitar $4000. Sign ini dimanfaatkan untuk menjadi identitas Hollywood sebagai industri perfilman yang sedang berkembang pesat pada saat itu, dan bukan lagi sebagai iklan real estate. Kendati demikian, renovasi tersebut tidak mengganti bola-bola lampu di tubuh tiap huruf sign tersebut.

Pada tahun 1973, huruf¬huruf ini diperbaharui atas bantuan dana dari Alice Cooper, Gene Autry dan Hugh Hefner dengan mengadakan pesta amal di Playboy Mansion untuk mengumpulkan dana pemugaran. Tiap donor menyumbang¬kan sekitar $28.000 untuk biaya perbaikan dan perawatan sign ini. Aksi penggantian sign dengan huruf yang benar-benar baru kemudian dilakukan pada tahun 1978. Pacific Outdoor Advertising Company dan Heath Sign Company kemudian menggunakan helikopter untuk merobohkan dan mengganti sign yang telah berusia lebih dari setengah abad ini.

Quote:

Quote:
The SIGN On Screen

Berbagai kisah tentu saja pernah mewarnai huruf-huruf ini, baik yang ditampilkan dalam banyak film, maupun yang benar-benar terjadi. Yang cukup berkesan tampil dalam film adalah adalah Mighty Joe Young, film remake dari Disney yang menceritakan seekor gorila yang memanjat huruf 0. Dalam The Day After Tomorrow, angin topan melibas habis kesembilan huruf ini. Sign ini juga beberapa kali diparodikan, seperti dalam Robin Hood: Men in Tight (terbaca: ENGLAND) dan Shrek 2 (terbaca: FAR FAR AWAY).
Quote:
Quote:
Sign Fact:HOLLYWOOD

Albert Khoete, petugas pengganti bola-bola lampu the Hollywood sign pernah tertimpa huruf-huruf yang runtuh. Khoete tinggal dalam pondok di kaki huruf L sejak lama.

Kelompok bernama Environtmental Prankster beberapa kali mengakali huruf-huruf ini untuk menyindir atau hanya sekedar bercanda. Seperti pada saat Paus mengunjungi Hollywood pada tahun 1987, mereka merubahnya menjadi Holywood. Atau pada saat hukum yang melunak terhadap masalah mariyuana, Hollyweed-lah yang tampak dari penjuru kota. Pada saat pendengaran Oliver North terganggu, huruf H-nya dibajak menjadi 011ywood.

Saking terkenalnya, pemerintah wilayah Los Angeles kemudian menetapkan bangunan ini sebagai monumen historis dan budaya yang dilindungi nomor 111.

Setelah peristiwa 11 September, ada rencana akan mengecat the HollyWood sign dengan warna merah biru putih seperti pada bendera Amerika, dan akan dilaksanakan pada perayaan Veterans Day. Hal ini segera diprotes oleh Los Angeles councilman, Tom LaBonge. "Mengapa tidak mengecat White House saja sekalian?" ujarnya. Pengecatan sign ini juga dikhawatirkan akan menyebabkan gangguan lalu lintas dan menjadi sasaran baru terorisme.

Huruf H runtuh pada tahun 1949. Pada tahun 60-an huruf D benar-benar rusak, sementara huruf 0 runtuh sepanjang kaki gunung.

Lampu-lampu the HollyWood Sign dinyalakan lagi untuk pertama kalinya setelah sekian lama pada tahun baru 1999.

Pada tahun 1999 seorang anonim
memheli hak sponsorship untuk Hollywood Sign sebesar $100.000 lewat Home Shopping Network.

Kini the Hollywood sign dilengkapi dengan sistem keamanan canggih dan beberapa protokol keamanan untuk mencegah tangan-tangan iseng mengutak-ngatik sign ini. Meskipun demikian,sebenarnya the Hollywood sign tetap sulit dijangkau oleh pengunjung, karena terletak agak jauh dari jalan raya. Kini, bersama The Chinese Theatre dan Hollywood Walk of Fame, Sign adalah identitas Hollywood sendiri yang menjadi santapan wajib pelancong seluruh dunia. The Hollywood sign hingga kini berdiri sebagai identitas daerah penghasil film-film termahal, terlaris dan melambangkan kesombongan akan superioritas bangsa Amerika akan perfilman.
Quote:
Getting there:

The Hollywood sign terletak di daerah atas Mount Lee di Hollywood Hills, timur laut pusat kota Hollywood. Untuk pemandangan terbaik, ambil jalan Beachwood Drive dari Hollywood & Vine. Dari Hollywood Boulevard pergi ke timur sekitar 1/4 mil ke Gower Street. Belok kiri ke utara sebanyak tiga blok di bawah jalan tol ke Franklin Avenue. Belok kanan ke arah timur, dan kemudian belok ke kiri (arah utara) ke arah Beachwood Drive. Ikuti jalan yang berkelok-kelok hingga mencapai Hollywood Hills. Beachwood Drive juga bisa dicapai lewat jalan tol 101 (Hollywood Freeway), dan keluar di Gower street, kemudian belok kanan ke arah utara ke Beachwood Drive.
Spoiler for tekan saya:

Quote:

Quote:
And The Sign Goes to...
Aksi pemugaran huruf-huruf the sign pada tahun 1978 kemudian menghasilkan sponsor untuk tiap-tiap hurufnya. Para sponsor tersebut adalah :

Quote:
Source : Majalah MOVIE MONTHLY, Edisi Agustus 2004 atau bisa lait disini biar lebih lengkap gan, Hollywood Sign dan http://www.kaskus.us/showthread.php?t=4565967


Read more

Rabu, 30 Juni 2010

Keadaan Kota Inggris Tahun 1909 dan 2009

Apabila kita mendatangi suatu tempat, pasti sering kita bertanya-tanya, seperti apakah tempat ini 100 tahun yang lalu atau 100 tahun yang akan datang. Tapi kenapa kalau di lihat dari foto-fotonya kok ga jauh beda ya? Bahkan bentuk bangunannya dan rumah serta ruko nya banyak yang masih sama, apa mereka berusaha menjaga kelestarian budaya dan peninggalan jaman dulu ya?

Inilah foto-foto yang difoto pada awal abad 20 dan sekarang, jadi sudah sekitar 100 tahun yang lalu.

www.qminutes.blogspot.com
Lodz, Tuwima Street

www.qminutes.blogspot.com
Baldwin Street

www.qminutes.blogspot.com
Sandy Park Road, Brislington

www.qminutes.blogspot.com
East Street, Bedminster

www.qminutes.blogspot.com
Corn Street

www.qminutes.blogspot.com
Galvin Building

www.qminutes.blogspot.com
Stanley Bagg mansion

www.qminutes.blogspot.com
Lodz, Legionow St.

www.qminutes.blogspot.com
Tremont St Mall

www.qminutes.blogspot.com
Wenduine

www.qminutes.blogspot.com
Lodz Town Hall entrance
Read more

Minggu, 27 Juni 2010

Ternyata Si Bajak Laut Legendaris Captain Barbarossa adalah seorang Muslim


Agan yang gemar membaca komik Asterix dan yang pernah menonton film ‘Pirates of The Carribean’, tentu ingat karakter jahat ‘Barbarossa’ bukan? Sejak zaman pertengahan, aneka macam karya fiksi Eropa dan Amerika biasa menggunakan nama Barbarossa untuk menamai karakter seorang penjahat –biasanya seorang bajak laut jahat. Makna negatif Barbarossa terus dipropagandakan hingga zaman sekarang, meski di dalam setting-setting yang berbeda. Tak ada asap jika tak ada api, kebiasaan para penulis fiksi Eropa dan Amerika ini tentu ada sebabnya.


Pada abad ke-15 masehi, di Laut Mediterania ada dua bajak laut bersaudara yang disebut The Barbarossa Brothers. Kedua tokoh ini menjadi legenda dalam dunia ‘per-bajak-laut-an’ dan merupakan tokoh bahari yang sangat ditakuti orang-orang Eropa pada zamannya. Kebiasaannya ialah membajak barang-barang berharga yang diangkut oleh kapal-kapal milik kerajaan-kerajaan Eropa yang melintasi Laut Mediterania. Awak kapal yang dibajak biasanya diberi dua pilihan; mati karena melawan atau hidup dengan menyerah secara sukarela.
Siapakah sebenarnya Barbarossa yang sangat ditakuti oleh orang-orang Eropa selama berabad-abad itu? Mengapa hingga zaman sekarang nama itu terus menghantui benak dan pikiran mereka?
Barbarossa bukanlah sebuah nama. Barbarossa merupakan kata dalam bahasa Latin –gabungan dari kata barber (janggut) dan rossa (merah). Jadi Barbarrossa berarti janggut merah. Barbarossa merupakan julukan yang diberikan oleh para pelaut Eropa kepada kakak-beradik Aruj dan Khairuddin dari Turki. Kedua kakak beradik ini hanyalah pelaut-pelaut biasa yang rutin berlayar di wilayah perairan Yunani dan Turki.

Pada suatu hari, tanpa sebab yang jelas, kapal milik keluarga mereka diserang secara brutal oleh kapal militer Knight of Rhodes. Dalam peristiwa ini, adik bungsu Aruj dan Khairuddin tewas terbunuh. Aruj dan Khairuddin sangat terpukul dengan kematian adik bungsu mereka. Sejak saat itu, mereka melakukan aksi bajak laut kepada semua kapal-kapal militer milik kerajaan-kerajaan Kristen. Aksi-aksi mereka sangat menggemparkan dan membuat mereka ditakuti militer Kristen. Aruj dan Khairuddin pun kemudian dikenal sebagai The Barbarossa Brothers Pirates karena keduanya berjanggut merah.
Kaum Eropa menyebut Barbarossa sebagai bajak laut, meskipun tidak ada bendera hitam dan tengkorak yang menjadi simbol bajak laut. Bendera yang dipasang Aruj dan Khairuddin di kapal mereka adalah sebuah bendera berwarna hijau berisi kaligrafi doa Nashrun minallaah wa fathun qariib wa basysyiril mu’miniin, ya Muhammad, empat nama khulafaur rasyidin, pedang Zulfikar dan bintang segi enam Yahudi (Bintang David). Awak kapal yang dipimpin kedua bersaudara ini terdiri atas orang-orang Islam dari bangsa Moor, Turki, dan Spanyol, serta beberapa orang Yahudi.
Pada tahun 1492 M, Andalusia yang sejak tahun 756 M dikuasai oleh Daulah Khilafah Islamiyah, jatuh ke tangan Pasukan Salib yang terdiri atas pasukan gabungan Aragon & Spanyol. Dalam peristiwa penaklukan Andalusia ini, jutaan orang Islam dan Yahudi tewas dibantai pasukan yang dipimpin Raja Ferdinand II dari Aragon.
Peristiwa itu mengubah haluan misi dendam Aruj dan Khairuddin menjadi misi Jihad Islam. Bahu-membahu bersama sekelompok milisi bangsa Moor, mereka kemudian menyelamatkan puluhan ribu Umat Islam dari Spanyol ke Afrika utara (Maroko, Tunisia dan Aljazair). Kemudian mereka membangun basis pertahanan laut di Aljazair untuk menghadang gelombang serangan Pasukan Salib dari jalur Afrika Utara menuju Tanah Suci Palestina.
Khalifah Islam saat itu, Sulaiman I, mendengar cerita-cerita heroik Barbarossa bersaudara. Sulaiman I sangat kagum pada heroisme mereka. Karena prestasi mereka di lautan, akhirnya Sulaiman I mengangkat Aruj dan Khairuddin sebagai Kapudan Pasha (Panglima Angkatan Laut) Khilafah Islamiyyah untuk membenahi Angkatan Laut Daulah Khilafah Islamiyah yang amburadul.

Pada tahun 1518 Spanyol berhasil menghasut Amir kota Tlemcen (Tilmisan) untuk melancarkan pemberontakan kepada kepemimpinan Aruj. Aruj kemudian menyerahkan pemerintahan Aljazair kepada Khairuddin untuk sementara. Lalu ia memimpin pasukan untuk berangkat ke Tlemcen. Hati Aruj sangat pilu karena ia malah berperang dengan saudara sendiri sesama Muslim. Akibatnya ia kurang berkonsentrasi dan pasukannya kocar-kacir. Aruj sempat lolos, namun banyak pasukannya yang tertangkap. Karena hubungan emosionalnya dengan anak buahnya, Aruj kembali ke Tlemcen untuk bertempur dan ia gugur dalam pertempuran tersebut.
Dengan gugurnya Aruj, kepemimpinan Angkatan Laut Daulah Khilafah Islamiyah beralih ke tangan Khairuddin. Spanyol mengira bahwa era kejayaan Barbarossa di Laut Tengah telah berakhir. Lalu, dengan percaya dirinya, Spanyol mengirim 20.000 tentaranya ke Aljazair. Pertempuran hebat pun terjadi, namun Khairuddin berhasil menghajar pasukan laut tersebut.
Guna meminimalisir ancaman dari negeri sekitar Aljazair, selain ancaman utama Spanyol, Khairuddin kemudian meminta kepada Khalifah Sulaiman I agar kekuasaan Amir Tunisia dan Tlemcen dialihkan kepadanya. Sulaiman I pun setuju. Pada 1519, Khalifah mengangkat Khairuddin sebagai beylerbey (Bakhlair Baik) atau wakil Khalifah untuk wilayah Aljazair dan sekitarnya. Kemudian Khairuddin juga ditugasi memimpin pasukan pasukan elit Daulah Khilafah Islamiyah, Pasukan Janissary.
Dalam masa kepemimpinan Khairuddin, Pasukan Janissary berhasil melakukan banyak penyelamatan Umat Islam di Andalusia. Tercatat mereka melakukan 7 kali pelayaran dengan 36 buah kapal untuk mengangkut Umat Islam Spanyol yang diburu bagai hewan oleh Ferdinand II dan Pasukan Salib Iblisnya.

Pertengahan dekade 1520-an, Pasukan Darat Janissary yang dipimpin langsung Khalifah Sulaiman I berhasil memenangkan semua pertempuran darat. Pada saat bersamaan, Pasukan Laut Janissary di bawah pimpinan Khairuddin juga berhasil mengontrol lalu lintas pelayaran di Laut Tengah sepenuhnya. Kondisi ini membuat Pasukan Salib Kristen Eropa menjadi pusing tujuh keliling.
Dalam suasana putus asa, pada tahun 1529 di pulau Penon, Spanyol menembakkan meriam ke menara masjid saat Adzan sedang berkumandang. Maka terjadilah peperangan hebat di Penon dan setelah 20 hari pulau tersebut berhasil dikuasai kembali oleh Khairuddin. Sementara di daratan, Sulaiman I membombardir Wina (Ibukota Austria) dengan dua kali serangan namun keduanya gagal. Pasukan Islam yang mundur dari pertempuran meninggalkan beberapa karung kopi yang kemudian mengubah aturan Paus Roma yang sebelumnya mengharamkan minuman yang biasa diminum kaum muslim itu. Kemudian mereka menyebut minuman itu sebagai dengan nama cappuccino.
Pada tahun 1535 Pasukan Salib Gabungan Spanyol dan Genoa di bawah pimpinan Charles V dan Andrea Doria (Knight of Malta) menyerang Tunisia dengan kekuatan 25.000 orang pasukan dan 500 kapal. Pertempuran pun berjalan tidak imbang hingga Tunisia pun jatuh ke tangan Spanyol. Pada tahun-tahun selanjutnya, Khairuddin Sang Barbarossa mengalami banyak kekalahan. Namun ia berhasil menduduki kepulauan Beleares dan merampas kapal-kapal Portugis dan Spanyol di selat Gibraltar.

Tahun 1538, Pasukan Salib Gabungan Italia-Spanyol menyerang Preveza yang saat itu merupakan pelabuhan penting di Laut Tengah. Andrea Doria memimpin 40 kapal dan Barbarossa hanya memimpin 20 kapal. Namun dengan kecerdikannya, Barbarossa memecah armadanya ke tiga arah dan menjebak Pasukan Andrea Doria di tengah untuk kemudian membombardir armada Andrea Doria habis-habisan. Andrea Doria dan armada lautnya pun lari dari pertempuran. Walau begitu, Khairuddin tak mengejarnya karena ia tak ingin berperang di laut lepas, mengingat kapal-kapal armada laut Spanyol mempunyai peralatan yang lebih canggih. Apalagi ia hanya memimpin 20 kapal.
Tiga tahun kemudian, Pasukan Salib Gabungan Spanyol-Genoa kembali menyerang Aljazair dengan kekuatan 200 kapal. Mereka sengaja melancarkan serangan di luar musim berlayar, untuk menghindari pertemuan dengan Pasukan Barbarossa. Rakyat Aljazair di bawah komando Hasan Agha berjuang sekuat tenaga untuk mempertahankan Aljazair. Charles V dan Andrea Doria yang memimpin serangan tak mengira bahwa pertahanan dan strategi perang Hasan Agha sangat matang, sehingga armadanya pun kacau-balau. Ketika itu pula tiba-tiba badai laut dahsyat menghantam Laut Mediterania. Andrea Doria dan Charles V berhasil selamat, dan kembali ke negerinya dengan kekalahan pahit.

Tahun 1565, dalam usia senja, Khairuddin Barbarossa memimpin pasukan untuk merebut Malta dari tangan Knight of St. John. Namun dalam pertempuran itu, Khairuddin gugur. Kemudian Khairuddin dimakamkan di Istanbul. Di dekat kuburannya didirikan masjid dan madrasah untuk mengenangnya. Hingga kini makam tersebut masih terawat untuk menjadi bukti kepahlawanan Khairuddin alias Barbarossa yang namanya masih ditakuti bangsa Eropa hingga zaman sekarang.

sumber: http://www.kaskus.us/showthread.php?t=3572958


Read more
 
My Popularity 

(by popuri.us) 100 Blog Indonesia Terbaik

Mengenai Saya

Foto saya
adalah seorang mahasiswa yang mencoba untuk belajar bekerja dengan kata, menulis dengan kalimat dan bersuara dengan lantang